Culture

Waktu Terbaik

Kapan ide-ide brilian anda bisa mengalir deras begitu saja?. Jika sekarang, di saat sunyi sepi ketika kebanyakan orang sedang terlelap, maka baiknya kita bersama berdo'a kepada Dzat yang menggenggam hidup dan mati kita. Alhamdulillah, aku bersyukur kepada-Mu yaa Allah, karena Engkau telah membangunkan aku di WAKTU TERBAIKku.

Ada banyak teori psikologi dan medis yang memaparkan tentang kapan sebenarnya waktu-waktu terbaik bagi manusia untuk melakukan sesuatu. Dalam sebuah artikel kesehatan di Portal MSN, disebutkan bahwa waktu terbaik untuk produktivitas manusia adalah antara jam 07.00 sampai jam 22.00. Sementara jam 22.00 hingga 7 - 8 jam sesudahnya adalah waktu terbaik untuk tidur, menunda segala kegiatan, dan mengistirahatkan otak.
 
Ah, tapi sepertinya itu bukan ditujukan untuk saya. Sebab, justru di saat-saat seperti inilah saya bisa berpikir dengan lebih jernih dan lebih bersemangat. Ide-ide besar saya lahir di saat seperti sekarang. Solusi-solusi pekerjaan datang begitu saja, juga di saat sekarang. Semangat untuk meraih ridho Illahi serta impian besar untuk membangkitkan umat dan mewujudkan 'izzul Islam wal muslimin, terbakar membara persis di saat syahdu seperti sekarang ini.

Waktu, adalah modal yang paling penting bagi manusia. Dalam Al Qur'an surat Al 'Ashr[103]:1-3, Allah subhanahu wa ta'ala menuntun kita agar tidak menjadi orang yang rugi. Kenapa rugi?, karena waktu tidak akan pernah kembali. Ibarat modal yang kita gunakan untuk berwirausaha, jika modal tersebut habis terpakai dan tidak berbuah aset dan keuntungan, maka itu adalah kerugian. Kapan modal kita habis?, saat ajal menjemput yang kita pun tidak pernah mengetahui kapan datangnya. Kapan perhitungan untung-rugi yang diperoleh dari modal waktu kita?, kelak di Yaum al Hisab. Bagaimana supaya kita tidak menjadi orang yang merugi?, menurut Allah dalam surat ini (Al 'Ashr), caranya adalah dengan beriman dan mengerjakan amal saleh, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Oleh karenanya, jangan pernah melewatkan waktu kita sedetik-pun dengan kesia-siaan. Jangan pernah melewatkan waktu kita sedetik-pun dengan hal-hal yang tidak mendatangkan keridhoan Allah, apalagi sampai bermaksiat kepada-Nya. 

Waktu terbaik adalah saat dimana kita bisa mencurahkan segenap potensi kita tidak hanya untuk kebaikan kita sendiri, tapi juga untuk kebaikan orang lain. Waktu terbaik adalah saat dimana kita bisa memposisikan diri kita sebaik-baiknya sebagai hamba Allah dan melipatgandakan "profit" kita untuk bekal di kehidupan akhirat yang kekal abadi.

Sebagai manusia, di saat-saat seperti sekarang inilah waktu terbaik saya, karena saya bisa mencurahkan pemikiran terbaik untuk kemaslahatan diri dan orang lain. Sebagai hamba yang dhoif, di saat-saat seperti sekarang inilah waktu terbaik saya, karena saya bisa mencurahkan segenap emosi dan perasaan saya untuk mengadukan segala permasalahan dan harapan saya kepada Dia pemilik semesta dan seisinya.

“…Mereka (para muttaqin) sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir malam, mereka memohon ampun (kepada Allah).” (TQS. Adz-Dzariyat[51]:18-19).

Rasulullah SAW bersabda: “Rabb (Tuhan) kita turun di setiap malam ke langit yang terendah, yaitu saat sepertiga malam terakhir, maka Dia berfirman : Siapa yang berdoa kepadaKu maka Aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaKu maka Aku berikan kepadanya, dan siapa yang meminta ampun kepadaKu maka Aku ampunkan untuknya”. (HR. Al-Bukhari no. 1145, 6321 dan Muslim no. 758).

Dan Amr bin Ibnu Abasah mendengar Nabi SAW bersabda: “Tempat yang paling mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya adalah saat ia dalam sujudnya dan jika ia bangun melaksanakan shalat pada sepertiga malam yang akhir. Karena itu, jika kamu mampu menjadi orang yang berdzikir kepada Allah pada saat itu maka jadilah.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan di-shahih-kan oleh At-Tirmidzi, Al-Hakim, Adz-Dzahabi, dan Al-Albani).

Nah, bagaimana dengan waktu terbaik anda?

Tidak ada komentar

Leave a Reply