Culture

Produk Hijau Bisa Tekan Emisi Karbon 26%

Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) menyatakan produk hijau (ecoproduct) bisa menekan emisi karbon Indonesia hingga 26% atau sekitar 2,3 gross ton (GT) per tahun hingga 2020.

Angka pengurangan emisi tersebut setara dengan 4,5% target pengurangan emisi dunia sebesar 21,71 GT per tahun. Program pengurangan emisi global itu ditempuh melalui pengendalian penggunaan lahan dan hutan (Land Use, Land Use Change, and Forestry/LULUCF) dan diversifikasi energi.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Riset dan Teknologi Rachmat Gobel mengatakan pengurangan emisi karbon di Indonesia juga dapat dilakukan melalui pengembangan produk berbasis ramah lingkungan (ecoproduct) dan penerapan teknologi hijau (green technology).

Menurut dia, dorongan pengembangan produk dan teknologi hijau akan menjadi tren dunia di masa depan sehingga pola produksi yang kurang mengedepankan aspek lingkungan akan sulit bersaing.

“Di tengah kompetisi dan penerapan standar industri yang sangat ketat, komitmen ini jangan dilihat sebagai beban, tapi peluang untuk industri nasional mengembangkan produk berbasis lingkungan dan penerapan green technology. Tujuannya adalah untuk mendongkrak daya saing,” jelasnya tadi malam.

Kadin dan pelaku industri, ujarnya, siap mengajak pemerintah untuk membuat roadmap (peta panduan) menuju industri hijau sekaligus bisa menjadi konsep yang bisa ditawarkan Indonesia dalam pertemuan dunia mengenai perubahan iklim di Meksiko pada tahun ini.

Kepala Pokja Pendanaan DNPI Ismid Hadad mengatakan meskipun upaya pengendalian penggunaan lahan dan hutan dan diversifikasi energi (energy mix) merupakan faktor penting dalam mengurangi emisi karbon, dukungan dari sektor industri juga ikut menentukan pencapaian target.

Dia menyebutkan efisiensi energi pada penggunaan peralatan listrik rumah tangga dan gedung komersial bisa memberikan sumbangan sangat signifikan pada penurunan emisi.

“Berdasarkan analis DPNI, efisiensi energi pada penggunaan produk elektronik rumah tangga dan gedung komersial bisa mencapai 8 juta ton karbon. Ini bisa segera dicapai jika ada kebijakan yang mendukung,” katanya.

Oleh: Yusuf Waluyo Jati
Sumber: Bisnis Indonesia (bisnis.com, 02/05/2010)

Tidak ada komentar

Leave a Reply